Thu. Jul 18th, 2019

Waroeng Solidaritas di Festival Taman Purbakala Pugungraharjo, Lampung Timur

2 min read
Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Bazar Waroeng Solidaritas yang mengangkat produk lokal dari kelompok dampingan Yabima Indonesia


Warung Solidaritas yang didirikan oleh Yabima Indonesia bersama kelompok dampingan petani organik, terlibat langsung dalam penyelenggaraan festival budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kab. Lampung Timur bersamaan dengan peringatan HUT berdirinya Kab. Lamtim yang ke-20.  Taman Purbakala Pugung Raharjo  dipilih sebagai pusat pelaksanaan kegiatan yang berlangsung tanggal 26-28 April 2019,  selain mempromosikan situs purbakala sebagai bagian sejarah peradaban masyarakat Lampung, juga mengangkat seni dan tradisi masyarakat Lampung yang ada disekitar situs yang dikenal sebagai masyarakat Marga Sekampung Limo Mego Marga Sekampung Udik yang terdiri dari enam desa.


Festival budaya selain diisi dengan pawai dan parade budaya, baik dari masyarakat Lampung maupun nusantara (sunda, jawa, bali), juga terdapat lomba-loma dan parade seni, dan kuliner yang merupakan ciri khas tradisi budaya khas Marga Sekampung Limo Mego. Dalam pembukaannya Bupati Lampung Hj. Chusnuniah atau biasa dipanggil bu nunik, menyatakan festival ini adalah ungkapan syukur sekaligus merayakan keragaman masyarakat Lampung yang rukun dan sejahtera.

Bupati Lampung Timur, Hj. Chusnuniah mengunjungi bazar Waroeng Solidaritas

Stand Warung solidaritas sebagai sebuah unit kerja yang  bekerja melayani penjualan terhadap produk-produk masyarakat  terutama kelompok dampingan, menyajikan antara  pemasaran beras organik (beras merah dan putih), sebagai promosi sekaligus mengkampanyekan komsumsi produk pertanian organik, selain itu juga memasarkan berbagai produk masyarakat atau jemaat GKSBS antara lain keripik pisang, rengginang, telur bebek dan produk pertanian lain, “kami adalah mitra para petani organik dalam memasarkan produknya, dan kami ingin petani menjadi lebih sejahtera dan memperoleh harga yang layak bagi petani atau perajin” ungkap Kristina selaku pengelola Warung Solidaritas ditemani tim antara lain Martha Utami dan Irwan Krisnanto di lokasi stand festival.  Saat mengunjingi Stand Warung Solidaritas, Ibu Bupati merasa tidak asing ketika melihat beras organik.  Beliau teringat beberapa tahun yang lalu pernah mengkampanyekan beras organik produksi petani dari desa Purwokencono.

Bersamaan dengan acara ini, staf Yabima yakni Pino Adi dan Sherun  juga mengkampanyekan bagaimana memulai sebuah model pertanian yang berbasis organik dengan memanfaatkan sumber daya alam disekitarnya, dan mulai mengurangi penggunaan bahan pertanian sintetis yang berbahaya bagi lingkungan. Yabima Indonesia saat ini memiliki pusat pelatihan dan percontohan pengembangan pertanian organik di Lampung Timur, tepatnya di desa Purwokencono. Dikonfirmasi di lokasi sosialisasi, Sherun menyatakan tugas kami tidak hanya promosi dan mendidik para petani, tetapi bersama-sama kelompok tani mempraktekan pertanian organik dan merasakan hasilnya bersama. Seluruh Tim Yabima baik staf dan unit kerja warung organik, berterima kasih kepada Pemda Kab. Lampung Timur karena  telah dilibatkan dalam festival budaya tahun 2019 ini, dan berharap di tahun-tahun mendatang juga bisa terlibat terus sebagai sarana promosi dan dan pemasaran produk organik, sambil menikmati seni tradisi yang ditampilkan dari berbagai keragaman masyarakat Lampung Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*