05/12/2020

“Pamer bukan untuk Sombong”

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Sebuah judul tulisan singkat karya Bapak Suko Maryono (Pengawas Pra KSP Margo Mukti, Seputih Raman) salah satu peserta pelatihan pengelolaan koperasi untuk pengawas dan pengurus koperasi/pra koperasi yang diadakan Yabima Indonesia mengenai pengalaman peserta selama menjadi anggota koperasi yang bertahan hingga saat ini. Tulisan “Pamer bukan untuk Sombong” berisi bahwa banyak masyarakat di sekitar lingkungannya memandang tidak baik/pesimis dengan terbentuknya koperasi di lingkungannya. Dibalik pandangan yang tidak baik tersebut sesungguhnya masyarakat peduli/ada rasa ingin tahu yang tinggi pada keberadaan koperasi tersebut. Setiap kali pertemuan anggota koperasi telah usai banyak masyarakat yang bertanya untuk mencari tahu hasil yang diperoleh dari setiap kegiatan yang dilakukan koperasi. Pada saat itulah ia memamerkan yang dilakukan koperasi selama ini. Ia sering memamerkan materi –materi pelatihan, program kerja koperasi, pembukuan keuangan, serta buku anggota koperasi. Pada saat masyarakat diberitahu tentang hal itu, mereka berkata “wah, kalau yang begini baru benar-benar koperasi”.

Ada kebanggaan dalam diri Pak Suko menjadi anggota sekaligus pengawas koperasi tetapi tidak menjadi kesombongan bahwa ia dan teman-teman adalah pelaku-pelaku koperasi sejati. Hal itu dilakukan hanya untuk mengajak teman-teman yang lain mau menjadi bagian dari pelaku-pelaku koperasi sehingga koperasi bukan hal yang pesimis tetapi optimis, dan koperasi bukan hal antipati tetapi simpati.
2Dalam sebuah struktur organisasi terdapat pengawas dan pengurus organisasi yang ditetapkan atau dipilih oleh anggota organisasi. Pengawas dan pengurus organisasi diharapkan memiliki kapasitas dan pengetahuan tentang pengelolaan organisasi, baik dalam tugas dan fungsi masing-masing. Salah satu organisasi yang ada di Indonesia adalah organisasi koperasi. Pengawas dan pengurus koperasi diharapkan dapat memahami dan melaksanakan tugas dan fungsinya dalam koperasi. Munculnya undang-undang No 17 tahun 2012 tentang perkoperasian yang telah disahkan pada tanggal 30 Oktober 2012 untuk menggantikan undang-undang No 25 tahun 1992, memberikan beberapa konsekuensi pada organisasi koperasi di Indonesia. Perubahan undang-undang koperasi ini menimbulkan berbagai dampak perubahan, baik dalam struktur koperasi, peraturan-peraturan internal maupun dalam pengelolaan koperasi. Dalam bidang management/pengelolaan dan pengawasan koperasi, pengawas dan pengurus koperasi harus memahami hal-hal yang berubah terkait dampak dari adanya undang-undang baru ini. Hal yang perlu dipahami pengawas dan pengurus yang utama adalah menjalankan fungsi dan tugas masing-masing dalam koperasi. Melihat kebutuhan tersebut, beberapa koperasi/pra koperasi dampingan Yabima Indonesia perlu meningkatkan kapasitas pengawas dan pengurusnya untuk dapat mengelola dan menjalankan fungsinya terhadap perkembangan koperasi sesuai dengan undang-undang koperasi No.17 tahun 2012 sehingga menjadikan koperasi yang dikelola dapat maju dan berkembang.

Tanggal 18 – 19 November 2013, Yabima Indonesia mengadakan pelatihan pengelolaan koperasi untuk pengawas dan pengurus koperasi/pra koperasi dampingan Yabima Indonesia. Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan kapasitas pengawas dan pengurus koperasi dalam penyelenggaraan koperasi/pra koperasi sesuai dengan UU No 17 tahun 2012. Tujuan dari pelatihan ini adalah: (1) pengawas dan pengurus memahami pengelolaan koperasi/pra koperasi. (2) pengawas dapat melakukan pengawasan internal secara baik. Sehingga setelah pelatihan ini diharapkan pengawas dan pengurus: (a) tahu tentang pengelolaan organisasi koperasi. (b) tahu dan memahami fungsi serta tugas masing-masing dalam koperasi/pra koperasi. (c) dapat memahami, membaca dan menganalisa laporan keuangan. (d) tahu tentang perencanaan program dan keuangan. (e) tahu tentang jenis-jenis jaringan kerja dan ada jaringan kerja antarkoperasi dampingan Yabima Indonesia. Pelatihan ini difasilitasi oleh S.Widiyono, Amd.Sos (KSP Bina Swadaya), Fintria Hermawati, S.Si.,S.Pd (Yabima Indonesia) dan Ester Lestariningsih, S.Pt (Yabima Indonesia). Pelatihan ini dihadiri oleh (1) 3 orang pengawas dan 3 orang pengurus KSU Ambon Kuning, Metro Kibang; (2) 1 orang pengawas dan 3 orang pengurus Pra KSP Margo Mukti, Seputih Raman; (3) 3 orang pengawas dan 3 orang pengurus Pra KSP Maju Bersama, Purwokencono; (4) 2 orang pengurus Pra Koperasi Masyarakat Mandiri Batanghari. Proses pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan memberikan materi dan diskusi. Dari pelatihan tersebut beberapa orang peserta baik pengawas dan pengurus menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab serta fungsi mereka masing-masing tidak mudah. “Kami sangat bersyukur mengikuti pelatihan ini karena dengan ini kami baru tahu bahwa tugas kami sangat berat karena yang kami tahu selama ini hanya mengawasi saja koperasi tersebut maju atau tidak, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini kami jadi paham dan mengerti yang harus kami lakukan dalam pengeloaan koperasi untuk kemajuan dan perkembangan koperasi kami masing-masing” ujar Pak Katwadi (Pengawas KSU Ambon Kuning). Pelatihan ini menghasilkan sebuah jaringan kerja bagi koperasi/pra koperasi dampingan Yabima Indonesia dengan nama AKSIP (Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam) dengan Ketua: Suroto (pengawas Pra koperasi maju bersama); wakil ketua: Misgiman (pengurus KSU Ambon kuning); Sekretaris: Vina ( pengurus KSU Ambon kuning); Bendahara: Hana ( pengurus Pra KSP Margo Mukti); dan Humas: Wiyanto ( pengurus Pra KSP Maju Bersama). Semoga Asosiasi ini dapat maju dan berkembang untuk kepentingan bersama sehingga terjalin kerjasama yang baik antarkoperasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*