Silahkan dibagikanShare on whatsapp
Whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Sabtu, 16 April 2011 | 11:35 WIB

Laporan Wartawan Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnaen

PANARAGAN, TRIBUN – Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Tani Maju di Desa Mulya Asri, Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat, beberapa bulan terakhir membuat terobosan baru dengan mengembangkan beras organik.

Dikatakan organik, karena beras yang dijual dengan merek Tani Maju, adalah beras yang dalam proses penanamannya tanpa asupan kimia.

Kepada Tribunlampung.co.id, Edi purwantoro (31), salah satu pengurus Gapoktan Tani Maju menjelaskan, pengembangan beras organik dilakukan karena permintaan terhadap produk-produk organik akhir-akhir ini mulai banyak.

“Beras organik hasil pengembangan kelompok kami, jenisnya pandan wangi dan rojolele. Beras kami pak dalam karung ukuran 10 kilogram. Satu kilo-nya kami pasarkan seharga Rp 10-Rp 12 ribu,” katanya, Sabtu (16/4/2011).

Untuk sementara, lanjutnya, konsumen beras organik tersebut masih berasal dari kelas menengah atas. Edi mengaku, beras organik Tani Maju sudah menembus pasar di Metro dan Bandar Lampung.

Keunggulan beras organik hasil pengolahan Gapoktan Tani Maju, paparnya, lebih banyak mengandung nutrisi. Kandungan indeks glikemiks-nya juga lebih rendah. Sehingga, mampu mencegah diabetes melitus dan hipertensi.

“Juga dapat menstabilkan metabolisme tubuh secara alami. Teknik tanam yang alami, juga menjamin kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus

Sumber:http://lampung.tribunnews.com/read/artikel/26146

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*