Silahkan dibagikanShare on whatsapp
Whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

 

Pada 9-11 November 2018 Yabima Indonesia menyelenggarakan pelatihan yang bertema “Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas “ di Desa Purwokencono, Lampung Timur. Pelatihan ini melibatkan 30 pemuda (7 peserta perempuan dan 23 peserta laki-laki) dari berbagai daerah, baik di Lampung maupun Sumatera Selatan. Latar Belakang pelatihan ini diselenggarakan adalah berangkat dari kesadaran bahwa Sumatera Bagian Selatan merupakan wilayah yang sangat rawan terjadi bencana. Dalam sejarahnya, gempa bumi pernah terjadi di beberapa bagian di Lampung, maupun Bengkulu. Peristiwa terjadi bencana alam ini merupakan konsekuensi dari wilayah yang dilalui lingkaran api, yang melintas di sepanjang kepulauan di Indonesia.

Dalam pelatihan ini pemuda diberikan ketrampilan dalam melakukan penjajakan kerentanan dan kapasitas komunitas. Peserta dilatih melalui praktek pemetaan partisipatif di lapangan. Dalam praktek pemetaan ini, kelompok pemuda didampingi masyarakat anggota Kelp. Tani Organik Multi Baliwo yang menjadi sumber informasi yang digali oleh pemuda. Pemetaan ini memberikan perhatian pada ketrampilan dalam menganalisa kerentanan dan kapasitas komunitas dalam menghadapi bencana. Pelatihan ini pun dilengkapi dengan kepekaan dan analisa gender. Analisis gender ini membekali peserta dalam memetakan kerentanan dan kapasitas komunitas dalam kerangka kesetaraan dan keadilan gender.

Peserta pun diajak untuk merefleksikan pengalaman bersama dalam kerja kelompok. Dari refleksi bersama ini peserta mendapatkan pentingnya pemuda dalam pengenalan komunitas, membuat rencana aksi bersama komunitas, mobilisasi dan pengorganisasian masyarakat, dan bagaimana menjaga keberlanjutan program komunitas.

 

Menurut Tabita, seorang peserta perempuan dari Seputih Raman, Lampung Tengah, pelatihan ini memberikan wawasan kepada para pemuda dalam rangka mengenali kondisi wilayah dan menganalisis kerentanan dan kapasitas komunitas. Tabita berharap ke depannya para pemuda dapat ambil bagian program-program pengurangan resiko bencana yang sesungguhnya.

*EN

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*