Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

RUMAH KAWAN, 22 Oktober 2021. Dewan Standar Akuntasi Keuangan telah menerbitkan pedoman baru khusus untuk organisasi-organisasi non-profit. ISAK 35 atau Interpretasi Standar Akuntasi Keuangan sudah disahkan dan diberlakukan per 1 Januari 2020 untuk menggantikan PSAK 45 atau Pernyataan Standar AKuntansi Keuangan. Istilah PSAK 45 dan ISAK 35 adalah standar akuntansi untuk lembaga-lembaga berorientasi non profit di Indonesia.

Perbedaan yang terbesar antara PSAK 45 dan ISAK 35 ada pada Laporan Penghasilan Komprehensif yang menggambarkan kenaikan dan penurunan manfaat ekonomi entitas nonlaba yang berasal dari penerimaan atau pendapatan dan pengeluaran atau beban. Laporan penghasilan komprehensif dibagi kedalam dua bagian sesuai dengan klasifikasi aset neto : (1) Tanpa Pembatasan dari Pemberi Sumber Daya, dan (2) Dengan Pembatasan dari Pemberi Sumber Daya.

Yabima sebagai yayasan (lembaga non profit) memandang sangat perlu untuk juga megupdate sistem keuangannya dengan konsep ISAK 35 ini. Pengurus telah menetapkan bahwa per 1 Januari 2022, Yabima akan menggunakan software keuangan SANGO Pro yang dibangun oleh Greasoft. Software SANGO Pro ini sudah disesuaikan dengan ISAK 35 dan sudah digunakan oleh organisasi-organisasi besar di Indonesia seperti KONTRAS, WALHI, Sawit Watch, JKLPK, Yayasan SATUNAMA, MISSION 21, KOMNAS Perempuan, dan lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan, pondok pesantren dan LBH maupun gereja. Total ada 415 Lembaga yang terdaftar menggunakan software SANGO Pro.

Untuk mengenal dan memahami SANGO Pro ini, pada Jumat, 22 Oktober 2021, Yabima mengadakan In House Training di Rumah Kawan yang menghadirkan Ibu. Fransiska Yuni Eka Putri dari Yayasan Pelayanan Sosial Katolik (YPSK) Bandarlampung, sebagai lembaga di Lampung yang sudah sejak beberapa tahun terakhir menggunakan SANGO Pro. Suasana santai dan serius yang terjadi tetap efektif menggunakan waktu untuk berproses. Dari Yabima, IHT ini dihadiri oleh Pdt. Riyadi Basuki (Ketua Pengurus), Pdt. Eko Nugroho (Manager Program), Fintria Hermawati (manager Keuangan), Elisabeth Suharyanti (Staff Keuangan), Irwan Krinsnanto (Staff dokumentasi), Matius Serun (Staff Program Pertanian Yang Berkelanjutan), Dwi Setyo Harjanto (volunteer).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*