Mon. Sep 23rd, 2019

“Keluarga Harmoni” Untuk Kesetaraan Gender

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Rutgers WPF Indonesia dalam program Prevention+ yang mereka garap bekerjasama dengan Yabima Indonesia menyelenggarakan diskusi komunitas di 4 desa, yaitu Pugungraharjo, Gunung Pasir Jaya, Purwokencono dan Moro-Moro. Di masing-masing desa ini komunitas membentuk kelas bapak dan kelas ibu untuk selanjutnya mengadakan diskusi serial selama 7 seri hingga akhir November 2019.

Diawali dengan pre-test pada seri pertama, komunitas akan mendiskusikan beberapa tema yaitu : Konsep diri (seri ke-2 membicarakan tentang relasi kuasa dan gender), Pola pengasuhan dalam keluarga (seri ke-3), Kesehatan reproduksi (seri ke-4), Kekerasan Dalam Rumah Tangga (seri ke-5 KDRT), Perencanaan Keluarga (seri ke-6). Menutup seluruh rangkaian diskusi serial ini akan diadakan post-test pada seri ke-7 untuk kemudian bisa diukur secara lebih pasti apakah perubahan-perubahan mind set tentang gender dan ketidakadilannya bisa diterima dan menjadi kesadaran bersama.

Inilah beberapa video drama Keluarga Harmoni yang peserta (komunitas masyarakat) perankan untuk menjadi kampanye agar isu kesetaraan gender bisa lebih menjadi perhatian bersama.

Pentas langsung Drama Keluarga Harmoni di Desa Purwokencono, Lampung Timur.
“Bukti Cinta” adalah sebuah drama keluarga yang dimainkan oleh komunitas desa Moro-Moro, Kabupaten Mesuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*