Ditinjau dari potensi sumberdaya wilayah, sumberdaya alam wilayah Lampung Timur memiliki potensi ketersediaan pangan yang beragam dari satu wilayah ke wilayah lainnya, baik sebagai sumber karbohidrat maupun protein, vitamin dan mineral, yang berasal dari kelompok padi-padian, umbi- umbian, pangan hewani, kacang-kacangan, sayur dan buah serta biji berminyak.
Untuk meningkatkan gizi terutama pada gizi mikro masyarakat pada umumnya dan keluarga pada khususnya, dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dilingkungannya. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat tersebut di atas adalah dengan pemanfaatan pekarangan yang dikelola oleh keluarga tani-nelayan sehingga mudah untuk pemeliharaan dan pemanenan hasilnya.
Lahan pekarangan sudah lama dikenal dan memiliki fungsi multiguna. Fungsi pekarangan adalah untuk menghasilkan :
(1) bahan makan sebagai tambahan hasil sawah dan tegalnya;
(2) sayur dan buah-buahan;
(3) unggas, ternak kecil dan ikan;
(4) rempah, bumbu-bumbu dan wangi-wangian;
(5) bahan kerajinan tangan;
(6) obat keluarga, serta
(7) uang tunai.
Usaha di pekarangan jika dikelola secara intensif sesuai dengan potensi pekarangan, disamping dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, juga dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi keluarga. Dari hasil penelitian, secara umum pekarangan dapat memberikan sumbangan pendapatan keluarga antara 7% sampai dengan 45%.
Oleh karenanya, Ibu-Ibu Klasis Pugungraharjo mengadakan pelatihan “Pengelolaan Pekarangan Yang Produktif” dengan mengundang Yabima Indonesia sebagai narasumber. Dalam pelatihan tersebut dihadiri oleh 70-an Ibu-Ibu se-klasis Pugungraharjo (GKSBS Batanghari, GKSBS Jayaguna, GKSBS Bumi Agung, GKSBS Mengandungsari, GKSBS Pugungraharjo, GKSBS Bauh Gunungsari, dan GKSBS Gunung Pasirjaya) pada tgl.27 September 2016 di GKSBS Gunung Pasirjaya. Dalam pelatihan tersebut diberikan materi soal:
- Pengertian pekarangan rumah
- Fungsi Pekarangan rumah
- Manfaat pekarangan rumah
- Cerita dan contoh tempat/komunitas yang sudah melakukan pemanfaatan pekarangan-warung hidup
- Berbagi pengalaman produksi sayuran organik di pekarangan rumah
- Diskusi dll
Dari hasil pelatihan tersebut, Ibu-ibu peserta sangat antusias dan ingin melakukan pemanfaat pekarangan terutama untuk sayuran (warung hidup). Baik pengurus wanita klasis dan ketua MPK Pugungraharjo, Pdt. Thefilus serius dan akan menindaklanjutinya supaya di klasis Pugungraharjo lewat Ibu-ibu ada gerakan semisal warung hidup








