23/01/2021

Keceriaan dibalik Kesedihan

3 min read
Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

IMG_0157Keceriaan begitu tampak pada wajah mungil anak-anak di desa Bali Nuraga dalam mengikuti kegiatan trauma healing yang dilakukan Yayasan Mandiri (YABIMA) dan Relawan selama  lima hari merupakan salah satu ungkapan sukacita yang dirasakan anak-anak atas konflik yang telah terjadi. Anak-anak sangat antusias dan bersemangat dalam megikuti kegiatan ini.  Dua hari pertama kegiatan ini dilakukan di dalam ruangan kelas masing-masing sekolah, SD Negeri 2 dan SD Negeri 3 Bali Nuraga. Kegiatan dimulai dengan perkenalan,  menjelaskan sedikit tentang tujuan kedatangan team Yabima dan relawan, lalu mengajak anak-anak untuk bermain diawali dengan  warming up ( pemanasan) suara dan gerakan untuk merilekskan  gerakan anak-anak, dilanjutkan senam wajah untuk merilekskan ekspresi wajah, lalu menyanyi bersama dengan gerakan, kemudian gerakan cermin ( terdiri dari 2 orang yang saling berhadapan, salah seorang memberikan gerakan dan yang lain mengikuti gerakan tersebut ), dilanjutkan kembali dengan membuat mesin manusia ( setiap anak menyebut bunyi suara apa saja dan tidak boleh sama antara satu dengan yang lain, lalu bunyi tersebut akan disambung secara keseluruhan anak yang akan menghasilkan suatu irama), dan yang terakhir membuat cerita bersambung dengan gerakan (anak-anak mengatakan satu buah kalimat apa saja yang berbeda dan digabungkan menjadi sebuah cerita). Hal tersebut dilakukan untuk mengajak anak-anak belajar bekerja sama dalam  team dan anak-anak dapat melakukan improvisasi kerja sama team dengan baik.
1Kemudian pada hari yang ke tiga anak-anak diajak untuk belajar bersama di balai desa yaitu belajar menggambar/melukis, menari, drama, dan menyanyi sesuai dengan hobi dan bakat mereka masing-masing. Pada saat kegiatan menggambar/melukis terdapat anak yang terinspirasi menggambar/melukis siger lambang dari kota lampung, anak-anak juga belajar kerajinan tangan membuat macam-macam bunga dari bahan kertas juga membuat bross sederhana berbentuk bunga mawar dari bahan kain.  Pada kegiatan tari, anak-anak belajar menari berdasarkan unsur tari dari wiraga, wirama, dan wirasa karena sebelumnya mereka hanya sekedar menghafal tarian, dalam proses belajar tari gerakan anak-anak dapat keluar dari gerakan tarian bali dan mereka dapat mengikuti gerakan yang diajarkan dengan cepat.  pada drama, anak-anak mempunyai ide tentang tema drama yang akan ditampilkan berjudul bahkan mereka mengajukan peran yang mereka inginkan. Seluruh anak-anak diajak belajar bernyanyi bersama tentang persahabatan dan kasih sayang antarteman yang disertai dengan gerakan.   anak-anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan ini karena mereka dapat mengapresiasikan bakat dan hobi mereka.  Pada hari terakhir anak-anak menampilkan semua yang mereka pelajari untuk ditampilkan menjadi suatu kolaborasi seni yang disaksikan oleh keluarga mereka dan juga masyarakat setempat.  Mereka berani tampil menunjukkan kebolehan mereka dalam berakting pada drama, lenggak-lenggok manis mereka dalam tari, dan suara khas anak-anak dalam nyanyian, seolah-olah belum pernah terjadi hal-hal yang traumatic dan mencekam dalam hidup mereka. Anak-anak mengaku sangat senang dan menikmati kegiatan tersebut dan berharap kegiatan seperti ini akan diadakan lagi lain waktu. Dalam kegiatan ini anak-anak dapat bekerja sama antara yang satu dengan yang lain, mampu mengekspresikan diri dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Kesan yang diberikan masyarakat  atas kegiatan ini menyatakan bahwa mereka sangat senang ada team relawan yang mengadakan kegiatan ini dengan mengajak anak-anak bermain dan juga belajar dan mereka berharap kegiatan seperti ini diadakan lagi tetapi tidak hanya untuk anak-anak kelas IV dan kelas V saja tetapi untuk seluruh anak-anak.  Kepala Sekolah SD Negeri 2 Bali Nuraga I Made Swasta mengatakan bahwa   kegiatan ini sangat membantu mereka sebagai Pendidik, karena kalau anak-anak gembira proses belajar mengajar menjadi mudah, kami juga berterima kasih kepada Yabima dan team relawan. Para relawan juga memberikan kesan yang mengatakan mereka sangat senang dapat mengajak anak-anak belajar bersama  dan mereka merasakan keceriaan anak-anak pada saat mengikuti kegiatan ini dan berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi rasa trauma mereka dan dapat membuat mereka lebih berani dan percaya diri untuk meratapi kehidupan mereka selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*