27/11/2020

Bertani Organik Kurangi Biaya Produksi

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print
METRO,TRIBUN- Ikatan Pelopor Pertanian Organik Lampung (IPPOL) terus berupaya mengembangkan pertanian organik. Saat ini, semakin banyak petani yang mulai berkecimpung dalam pengembangan pertanian model tersebut.
Ketua IPPOL Saino, mengaku sangat gembira dengan semakin meningkatnya jumlah petani yang mengembangkan pertanian organik.”IPPOL berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam pengembangan pertanian ini,” ujar Saino dalam acara penerimaan anggota baru IPPOL di Wisma Centrum Kota Metro, Sabtu (16/10).
Ia mengatakan terdapat 25 anggota baru IPPOL, yang telah mebngikuti pelatihan-pelatihan sejak beberapa waktu lalu. Diantaranya yaitu System of Rice Insentification (SRI) dan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT). “Kita ingin menyukseskan Gerakan Lampung Go Organik,” ujar Saino.
Ia menuturkan, saat ini beban petani semakin berat dengan terus meningkatnya harga pupuk, obat-obatan pertanian, dan lain sebagainya. Karena itu, ia memandang pertanian organik menjadi sebuah solusi bagi pengurangan biaya produksi. Saino menyebutnya, bertani sekaligus melestarikan alam.
Hal senada juga diungkapkan Pinarno Adi dari Yayasan Bimbingan Mandiri (Yabima). Menurutnya, lembaganya sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan IPPOL, dan siap bekerjasama dengan mereka.
“IPPOL adalah organisasi yang tumbuh atas kesadaran dan inisiatif petani untuk melestarikan alam dan lingkungannya,” katanya.
Sekretaris IPPOL Serun menjelaskan, selain pelatihan seperti SRI dan SLPHT, organisasinya juga aktif menggelar berbagai pelatihan, seperti pembuatan kompos, dan pengembangan demplot pertanian organik. Selain itu, IPPOL juga sedang berupaya mengembangkan pasar bagi produk-produk anggotanya.
Ia berharap, ke depan pemerintah akan ikut serta dalam membantu pemasaran produk-produk organik para petani. “Seperti kita ketahui, belakangan ini produk-produk organik mulai dicari oleh konsumen,” imbuhnya.(leo)
(Dikutip dari Harian Tribun Lampung Tanggal 18 Oktober 2010 halaman 16)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*