Tue. Nov 19th, 2019

Personal Story : Bambang Sri Wiyono

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Setelah mengikuti pelatihan tentang pertanian Organik yang dilakukan oleh Yabima Indonesia  di GKSBS Seputih Mataram tentang MOL, POC dan SRI-SLPHT, kami selanjutnya mempraktekan di rumah kami masing-masing  untuk membuatnya sesuai dengan bahan-bahan yang  sudah kami dapat dari pelatihan. Setelah kami mencari bahan-bahan yang ada disekitar kami, kami mulai membuat dan kami aplikasikan dilahan pertanian kami. Setelah dua tahun kami merasakan perubahan. Kondisi kesuburan tanah sudah kelihatan dengan menggunakan pupuk kompos. Ketika ada hama dan penyakit pada tanaman padi penanggulanganya dengan ramuan yang sudah dibuat sendiri. Biaya pertanian lebih rendah dibanding dengan pertanian Konfensional

Harapan saya itu supaya petani sudah tidak bergantung pada produk kimia sintetis. Petani sadar akan dampak asupan kimia yang berlebih. Terus kembangkan bibit lokal yang terbukti lebih tahan hama dan penyakit.

Komunitas-komunitas semakin sadar dan bisa membandingkan dengan pertanian konvensional yang semakin banyak masalah dengan hama dan penyakit. Dan juga perlu diketahui bahwa hasil pertanian organik bisa sama banyaknya dengan hasil pertanian konvensional dengan pupuk kimia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*