Home / Koperasi / Merajut Kembali Modal Sosial yang Dipandang Sebelah Mata

Merajut Kembali Modal Sosial yang Dipandang Sebelah Mata

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

47 orang dari sabang sampai merauke hadir dalam Pelatihan Nasional Koperasi Modern di Hotel Samara Batu Ja-Tim pada 18-21 April 2017. Saya adalah salah satu diantaranya. Senang berjumpa dengan begitu banyak orang yang masih mempercayai koperasi sebagai tempat untuk bergotong royong dalam membangun ekonomi masyarakat. Bapak Soewarto dari Sorong Papua misalnya, dengan nada yang maaf, sedikit “fals” tapi sangat semangat menyanyikan mars koperasi. Baginya, koperasi adalah ujung tombak bagi perekonomian masyarakat di Indonesia.

Pelatihan berbayar ini diselenggarakan oleh Armadillo Accounting, salah satu penyedia sistem komputerisasi koperasi. Yabima Indonesia yang didukung oleh Pra Koperasi Bima Sejahtera Mandiri mengutus saya mengikuti pelatihan ini sebagai salah satu upaya peningkatan kapasitas staf. Menyadari bahwa koperasi adalah salah satu bentuk nyata dari modal sosial, maka Yabima Indonesia berusaha untuk terus memampukan diri dalam mendampingi 8 pra/koperasi binaannya.

Hari pertama mengikuti pelatihan, kesan yang muncul kurang begitu baik. Dengan 47 orang peserta akankah proses pelatihan berjalan dengan partisipatif? Rupanya kesan itu terbukti. Saya menangkap bahwa ini lebih berbentuk seminar-seminar. Namun tentu tetap bermanfaat. Seperti sesi pertama tentang manajemen retail perkoperasian yang dibawakan oleh Bpk. M. Ghofirin, seorang dosen sekaligus penggiat koperasi, membuka pikiran saya bahwa koperasi dengan unit usaha retail bisa saja lebih menguntungkan dibanding dengan hanya simpan pinjam. Kemudian kunjungan usaha ke Agro Kusuma, rupanya menyemangati saya dan peserta lainnya untuk terus mengembangkan koperasi.

Akhirnya, sesi demi sesi yang saya ikuti memberikan goal yang terbesar bagi saya, yaitu jaringan. Ya, jaringan sangat dibutuhkan oleh koperasi untuk saling menguatkan ditengah tantangan saat ini. Tantangan bahwa masyarakat saat ini “kurang percaya” dengan keberadaan koperasi. Koperasi dipandang sebelah mata, bahkan sebagai pilihan terakhir jika sudah “kepepet”. Peningkatan kapasitas staf kali ini semoga dapat berguna juga untuk meningkatkan kaspasitas pra/koperasi dampingan Yabima Indonesia. Semangat Koperasi!

 

Fintria Hermawati

Manajer Keuangan Yabima
Bendahara Pra Koperasi Bima Sehatera Mandiri
Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

About Super Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Scroll To Top