Home / Pertanian Organik / Pak Istamar, Siap Berubah Menjadi Petani Organik

Pak Istamar, Siap Berubah Menjadi Petani Organik

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

img_1073bSalah satu program kami di GKSBS Bukit Sion yaitu bagaimana supaya kelestarian alam bisa terjaga. Karena sebagian besar kita berada di tengah-tengah masyarakat yang kehidupannya petani padi, maka kami mengambil langkah strategis bagaimana bertani padi di tempat ini menggunakan metode yang bersahabat dengan alam, bagaimana bertani tapi tidak melukai alam lingkungan. Maka kami memutuskan untuk mengadakan pelatihan dan juga demplot SRI/SLPHT dan kami punya mitra yang setia yaitu YABIMA Indonesia yang siap untuk mendampingi kami. Terus terang program ini sangat berat tantangannya, karena kita semua harus berani untuk memasuki sebuah perubahan, dari kebiasaan dan ketergantungan menggunakan pupuk dan pestisida kimia.” Ujar Suko Mariono, Majelis GKSBS Bukit Sion-Klasis Seputih Raman dalam acara panen raya SRI SLPHT di daerahnya.

Kalimat tersebut disambung oleh Pak Istamar, salah satu peserta pelatihan SRI-SLPHT. Ia yang semula ragu-ragu dengan pertanian organik, kini yakin dengan pola pertanian ini sebagai pertanian yang berkelanjutan, sehat dan menjanjikan secara ekonomi. “Jujur saja awalnya saya tidak tertarik dengan apa yang sudah saya pelajari hari ini karena sebenarnya saya sudah merasa nyaman dengan cara saya sendiri didalam bertani. Motivasi saya diawal pelatihan ini hanyalah karena malu kalau tidak ikut. Saya majelis jemaat, saya juga sudah tua dibandingkan dengan rekan-rekan yang lainya. Awalnya saya mencari-cari alasan agar tidak ikut pelatihan ini, saya katakan bahwa saya punya kendala kalau mau pelatihan selama 18 kali. Saya hanya mempunyai satu kendaraan dan dipakai anak saya kerja, sementara jarak tempuh dari rumah ke tempat pelatihan jauh. Tapi Pak Budi (peserta pelatihan juga) sanggup untuk antar jemput saya selama pelatihan ini. Akhirnya saya terpaksa terus mengikuti pelatihan.” ujarnya sambil tertawa.

Ketika pelatihan, pelajaran pertama adalah pembuatan bibit. Dari sini mulai tertarik. Saya terus mengikuti dan ingin tau banyak. Hal yang menarik lagi ketika tanam, kami menanam disarankan untuk satu persatu. Ketika itu saya mencibir dalam hati, “apakah ini nanti tidak dihabiskan keong?” tetapi ya saya tidak berani mengungkapkan itu. Setelah waktu berjalan, ternyata ada cara tersendiri untuk mengendalikan keong itu. Nah, ketika padi sudah berumur satu bulan, sudah mulai kelihatan seperti tanaman biasa, disitulah saya sudah mulai agak merasa tenang karena tanaman ini bisa tumbuh” lanjut pak Istamar.

Pak Istamar melanjutkan ceritanya dengan antusias “Ketika sampai dalam pengamatan hama, yang paling menarik menurut saya adalah wereng. Nah ini yang memang saya tunggu-tunggu. Wereng ini memang susah sekali diatasi, karena banyak sekali tanaman-tanaman yang gagal karena wereng. Dari pelatihan diajari cara menanganinya dengan alami. Minggu berikutnya, yang namanya wereng itu sama sekali sudah tidak ada, inilah yang menjadi catatan buat saya, bahwa sebenarnya orang bertani itu tidak memakai kimia pun juga bisa dilakukan. Jadi, inilah kesaksian saya selama mengikuti SLPHT. Apa untungnya untuk saya? Saya mau berbagi karena saya merasakan banyak keuntungan dari sekolah ini. Salah satunya, beberapa waktu yang lalu saya menggunakan pestisida kimia dan saya mengalami sesak nafas dikarenakan menghirup semprotan obat kimia dari sawah. Kedepan,saya akan menanam seperdelapan dari seperempat lahan saya dengan pola organik, minimal untuk konsumsi sendiri.”

Dari pelatihan SRI-SLPHT ini, tidak hanya Pak Istamar, peserta lain yang terdiri anggota jemaat dan non-jemaat pun nampak antusias. Bahkan anggota kelompok tani diluar jemaat mengungkapkan bahwa diwaktu mendatang ingin dilatih dengan pelatihan serupa. Semoga ini bermanfaat bagi kita, terutama dalam menjaga alam yang Tuhan ciptakan.

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

About Irwan Kris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Scroll To Top