Home / Koperasi / Pelatihan Kewirausahaan

Pelatihan Kewirausahaan

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

IMG_2079Sebagai negara demokratis yang berkembang, Indonesia sebagai warga negara dunia terikat dengan kesepakatan – kesepakatan internasional baik ekonomi maupun politik. Indonesia sendiri sebagai negara agraris memiliki sumber daya yang luar biasa. Di lain pihak tidak semua masyarakat memiliki keberuntungan, banyak yang sangat sulit mencari akses permodalan kecil, kualitas pertanian  perkebunan yang kompetitif namun sulit mendapatkan harga yang sepadan. Semua ini menjadi tantangan untuk terus menumbuhkan sistem pembiayaan mandiri melalui koperasi melalui berbagai stimulus kewirausahaan untuk mengembangkan usaha produktif. Pada tahun 2016 Indonesia resmi menjadikan pasar terbuka bagi negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi tantangan baru, karena karakter produksi di negara ASEAN sama, sehingga perpindahan tenaga kerja, modal, industri , teknologi dan informasi menjadi tidak terbatas. Ini menjadi ancaman sekaligus peluang bagi masyarakat yang mempunyai jiwa wirausaha.

Hal tersebut sejalan dengan Misiologi dan Eklesiologi GKSBS yang pada pokoknya “ Kehidupan adalah milik Allah, menjadi tanggung jawab bersama untuk hidup yang berkelimpahan bagi semua orang, memberi pengharapan bagi orang-orang yang marginal dengan terus menerus memupuk spritualitas transformatif bagi anggota jemaat. Memupuk kesadaran dan pluralisme manusia, dengan tetap mendorong keadilan ekonomi bagi manusia, dengan tetap mendorong keadilan ekonomi bagi semua, dan terus menjadikan gereja sebagai ruang gerakan transformasi dan menjadi sarana keterlibatan masyarakat dan gereja dalm ikut berpartisipasi dalam perdamaian keadilan.  

Dewasa ini masyarakat dan jemaat pada umumnya melihat sebelah mata terhadap wirausaha. Padahal wirausaha banyak manfaatnya. Menjadi usahawan bagi sebagian orang adalah hal yang sangat menakutkan. Banyak yang berfikir bahwa menjadi wirausaha sangat beresiko, takut dengan bayangan akan kerugian. Sementara banyak yang beranggapan menjadi pekerja/karyawan sangat kecil resiko yang dihadapi. Padahal sesungguhnya menjadi pekerja beresiko tinggi dari hal PHK, pemotongan gaji dan pensiun. Artinya dalam hal ini apa pun pekerjaan yang kita pilih semua mengandung resiko yang tidak kecil. Menjadi wirausahawan jelas beresiko tinggi, tetapi hal ini seimbang dengan hasil yang diperoleh. Dengan pertimbangan dan  analisa yang tepat, wirausahawan bisa mendapat penghasilan yang sangat menggiurkan. Untuk itu seorang wirausahawan harus mau dan mampu meningkatkan kapasitasnya.

Peningkatan sumber daya manusia dalam membangun jiwa wirausaha merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas dan bagimana melihat peluang usaha baru yang mungkin dan bisa dikembangkan di masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian. Berkaitan dengan hal itu, maka Yabima Indonesia sebagai lembaga diakonia yang menjadi perpanjangan tangan Sinode GKSBS akan mengadakan pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan.

Tujuan yang diharapkan dari Pelatihan tersebut adalah:

  1. Peserta tahu tantangan dan peluang dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini
  2. Peserta tahu tentang prinsip – prinsip wirausaha dan kiat menjadi wirausaha
  3. Peserta tahu kiat mengembangkan usaha, memanfaatkan dan menganalisa peluang usaha
  4. Peserta mampu menghitung analisa usaha
  5. Peserta tahu teknik penulisan proposal usaha
  6. Peserta mendapatkan sharing pengalaman dari pelaku usaha yang sudah berhasil

Pelatihan tersebut diikuti oleh 33 orang peserta dengan lingkup unsur MPS GKSBS, klasis, dan pra koperasi dampingan Yabima.  Para peserta sebagian besar sudah mempunyai usaha, walaupun masih skala kecil, baik usaha secara perorangan/pribadi maupun usaha dalan sebuah wadah (koperasi).  Pelatihan tersebut diaakan selama 3 hari, yaitu tanggal 23-25 Mei 2016 di Wisma Centrum GKSBS Metro-Lampung

Narasumber dan fasilitatornya dari dalam Yabima Indonesia sendiri juga melibatkan pihak luar seperti dari BALATKOP Propinsi Lampung (Bpk. Herry Noer, SE, MM), Akademisi-STAIN Metro (Bpk. Dharma Setyawan), Diskoperindag Kota Metro (Ir. Sulendro Syakir, MSi), dan Pelaku Usaha (Bpk. Nugroho-Peternak Kabing Perah dan Bpk. Supriyanto-Pengusaha Keripik Pisang)

Materi yang disampaikan adalah:

  1. Peluang dan Tantangan UMKM di era MEA
  2. Prinsip Wirausaha dan Kiat Menjadi Wirausaha
  3. Kiat dan Staregi Dalam Mengembangkan Usaha
  4. Membuat Analisis Usaha
  5. Teknik Penulisan Proposal Usaha
  6. Perencanaan/Proposal Usaha (Business Plan)
  7. Dan Kunjungan Lapangan ke Pelaku Usaha

 

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

About Super Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Scroll To Top