Home / Pertanian Organik / Pelayanan dan Pendampingan Pertanian Organik Sebagai Jalan Hidup

Pelayanan dan Pendampingan Pertanian Organik Sebagai Jalan Hidup

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

Sebuah cerita perjalanan seorang Mathius Serun, fasilitator IPPOL, selama bertumbuh bersama IPPOL dalam memperjuangkan gerakan organik

 

Serun modSosok pemuda bernama Mathius Sherun sudah tidak asing lagi bagi para petani di sekitaran Kecamatan Marga Tiga dan Sekampung Udik. Kiprahnya bersama Yabima Indonesia dimulai sejak tahun 2006 hingga sekarang. Serun adalah panggilan akrab para petani kepada pemuda yang lahir dan besar di Desa Negeri Jemanten Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung  Timur. Sejak muda Serun sudah mengenal pelayanan Yabima Indonesia karena keaktifan Serun dalam kegiatan-kegiatan di gereja.

 

Keaktifan Serun dalam pendampingan pertanian organik di kelompok tani tidak bisa dipisahkan dari organisasi Ikatan Pelopor Pertanian Organik Lampung (IPPOL) yang dibentuk bersama para penggiat pertanian organik. Menurut Serun IPPOL dideklarasikan tahun 2007 yang pendiri awalnya adalah alumni SLPHT-SRI yang pertama kali dikerjasamakan antara Yabima Indonesia dan Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu (IPPHT).  Sejak saat itu Yabima Indonesia bekerjasama dengan IPPOL melakukan pendampingan ke kelompok tani khususnya SLPHT-SRI padi organik di Desa Jayaguna, Purwokencono, Metro Kibang dan Donomulyo.

 

Sebagai wadah berkumpulnya para pelopor pertanian organik, IPPOL memiliki struktur pengurus yang ditetapkan melalui rapat anggota. Dari terbentuk awal IPPOL, Serun menjabat sebagai sekretaris IPPOL dengan masa jabatan dari tahun 2007-2012. Menurut Serun, masa awal kepengurusan adalah masa paling sulit karena banyak sekali kekurangannya, secara keanggotaan, IPPOL relatif sangat terbatas anggotanya. Masih bisa dihitung oleh jari dan belum banyak diminati oleh petani pada umumnya. Selain itu secara kapasitas, anggota IPPOL belum memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup dalam teknis dan teknik pertanian organik.  Semangat IPPOL dalam mempromosikan pertanian organik hanya bermodal keyakinan  dan kegigihan, tidak jarang mereka disebut sebagai orang gila karena melawan kebiasaan umum pertanian konvensional yang sudah mengakar lebih dari 30 tahun.

 

Dengan berorganisasi dan bekerjasama dengan pihak lain, IPPOL terus berkembang hingga dengan sekarang, dari awalnya hanya kumpulan terbatas beberapa orang kini sudah meluas dan menjadi organisasi tingkat provinsi. IPPOL juga telah resmi menjadi organisasi yang Berbadan Hukum dan memiliki kepengurusan hingga tingkat kabupaten. Untuk terus meningkatkan kapasitasnya, IPPPOL bersama Yabima Indonesia secara rutin melakukan studi banding/kunjungan ke pusat-pusat pertanian organik di Indonesia seperti ke Joglo Tani di Yogyakarta tahun 2013 dan di Desa Untoro Kabupaten Lampung Tengah untuk pertanian padi organik bersertifikat. Selain itu untuk membekali anggotanya menjadi fasilitator pertanian organik yang handal, secara rutin IPPOL dan Yabima Indonesia bekerja sama dalam pelatihan Training Of Trainer (TOT) Kepemimpinan dan pertanian organik setiap tahunnya.

 

Bersama IPPOL mewujudkan Purwokencono sebagai pusat pertanian organik di Kabupaten Lampung Timur

 IPPOL dan Yabima Indonesia sejak tahun 2010 hingga sekarang fokus dalam mempromosikan pertanian padi organik di kelompok tani, khususnya daerah potensi hamparan di Umbul 7 Purwokencono. Selain itu berupaya mengadvokasi kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur dengan mendorong keluarnya Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik. Serun adalah salah satu fasilitator IPPOL yang dikontrak Yabima Indonesia dalam program penanaman padi organik secara luas (Massive Planting) di tahun 2015. Bersama Yabima Indonesia IPPOL berhasil mengorganisasikan 25 ha lahan sawah padi organik dengan jumlah 36 orang petani yang teribat dalam gerakan tersebut.  Di tahun 2016 gerakan Massive Planting terus berlanjut bahkan memasuki proses sertifikasi padi organik yang dikerjasamakan dengan Dinas Pertanian Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Timur. Menurut Serun dalam belajar bertani organik kita memahami hukum alam dan hukum Tuhan, yaitu keseimbangan, kearifan dalam berbagi dan mengasihi.

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

About Super Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Scroll To Top