Home / lainnya / Chusnunia Chalim, Seorang Anggota DPR RI (Kini Bupati Lampung Timur) dan Konsumen Beras Organik Program “Massive Planting – Padi Organik”

Chusnunia Chalim, Seorang Anggota DPR RI (Kini Bupati Lampung Timur) dan Konsumen Beras Organik Program “Massive Planting – Padi Organik”

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Lampung Timur memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan, salah satunya adalah beras.

nunik berasUsaha Yabima Indonesia mendorong gerakan pertanian organik di Desa Purwokencono sejak tahun 2010 telah mendapatkan hasil yang baik. Kelompok-kelompok dampingan yang dibentuk telah berkembang secara jumlah dan telah memiliki administrasi dan program yang lebih konkret. Secara khusus untuk pertanian padi organik terdapat 3 kelompok dampingan Yabima Indonesia yaitu Kelompok Multi Baliwo, Kelompok Sahabat Tani dan Kelompok Tani Barokah di Desa Purwokencono.

Tiga Kelompok tani padi organik telah mendapatkan pendampingan pelatihan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dan Sistem Rice intensification (SRI) sejak tahun 2010 dan tahun 2013. Pasca SLPHT kelompok-kelompok tani bersama IPPOL (Ikatan Pelopor Pertanian Organik Lampung) dan Yabima Indonesia berupaya untuk membangun komitmen bersama mengembangkan penanaman dan produksi serta pemasaran padi organik dalam program bersama “Massive planting padi organik” di Purwokencono.

Dari usaha dan komitmen bersama tersebut disepakati bahwa anggota kelompok akan menanam dan mengembangkan pola pertanian padi organik secara terus menerus. IPPOL sebagai mitra Yabima Indonesia akan memfasilitasi dan membimbing secara aktif para petani yang menanam padi organik secara rutin dan berkelanjutan. Sedangkan Yabima Indonesia bertugas untuk persiapan pasca panen dan pemasaran beras organik pada konsumen.

Panen raya 2015 menghasilkan 60 ton gabah kering, dengan luasan lahan 25 ha. Hal ini merupakan tantangan bagi Yabima Indonesia untuk membangun jaringan pasar bagi beras organik. Bukan hal yang mudah, tapi kami tetap optimis melakukan terobosan-terobosan pemasaran beras ini, baik ke gereja-gereja, rumah sakit, perseorangan, anggota dewan, dan lain-lain. Salah satu pengalaman baik yang diperoleh dalam pemasaran ini adalah ketika ada orang-orang yang memiliki “pengaruh” (seperti anggota legislatif) yang ikut mengkonsumsi beras organik, dan bahkan mengkampanyekannya.

Chusnunia Chalim yang akrab disapa Mba Nunik adalah anggota DPR RI asal Lampung yang menjadi salah satu konsumen beras organik produksi kelompok tani dampingan Yabima Indonesia. Nunik mendapatkan penjelasan program pertanian berkelanjutan dari staff Yabima Indonesia lewat diskusi yang intensif.

Nunik sendiri adalah politisi muda yang memiliki kepedulian terhadap petani dan usaha-usaha mendorong harga yang adil. Politisi yang akrab disapa Mba Nunik ini mendukung upaya Yabima Indonesia untuk mendorong sistem pertanian dan berkelanjuitan dan manajemen harga yang adil bagi produk-produk petani. Selain mengkonsumsi beras organik produksi kelompok-kelompok petani Yabima Indonesia, Nunik juga ikut mengkampanyekan konsumsi beras organik yang diunggahnya melalui youtube. Ia juga secara aktif ikut mengajak teman-temannya mengkonsumsi beras organik.

Menurut Nunik, Lampung Timur memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan, salah satunnya adalah beras. “Mengkonsumsi beras organik selain bermanfaat bagi kesehatan juga untuk membantu petani agar lebih sejahtera karena kita membantu mendistribusikannya secara langsung kepada konsumen,” kata Nunik. Bentuk dukungan Nunik selain menjadi konsumen beras organik adalah dengan membuat video dukungan. Video dukungan Chusnunia Chalim dapat kita lihat di Youtube lewat link

Selain Chusnunia Chalim, adalah Yerri Noer Kartiko-Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro yang menjadi salah satu pendukung kampanye pertanian berkelanjutan dan manajemen distribusi harga yang adil. Sebagai seorang birokrat yang bekerja di Kantor Lingkungan hidup selain mengkonsumsi beras organik produksi kelompok-kelompok petani Yabima Indonesia juga ikut aktif mengajak koleganya mengkonsumi beras organik. Yerri juga mengajak Walikota Metro untuk mengkonsumsi beras organik dan menjadi pelanggannya.

Menurutnya birokrasi harus mendukung inisiatif warga dalam hal ini petani dalam mendorong kesadaran yang luas untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan. Kita mengalami situasi dimana impor beras dimana beras impor terus masuk ke Indonesia. Bentuk dukungan Yerri Noer Kartiko selain menjadi konsumen beras organik adalah dengan membuat video dukungan. Video dukungan Yerri Noer Kartiko juga dapat kita lihat di Youtube lewat link

 

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

About Super Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Scroll To Top