Home / KPBH Bima / Penuhi Hak-Hak kami!!

Penuhi Hak-Hak kami!!

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

2Mayoritas masyarakat Indonesia adalah Petani. Tanpa Petani tidak lah mungkin masyarakat Indonesia dapat mengkonsumsi beras , sayur-mayur, buah-buahan dan hasil pertanian lainnya. Petani mempunyai peran besar dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Jika dilihat dari peran petani, seharus banyak petani yang kaya raya. Tetapi pada kenyataannya masih banyak petani yang hidup pas-pasan bahkan tidak berkecukupan.  Harga hasil pertanian di pasaran cukup tinggi tetapi kehidupan petani masih saja berada di bawah garis kemiskinan. Hal tersebut terjadi karena hasil pertanian yang dijual kepada tengkulak dihargai sangat rendah.  Lahan pertanian pun semakin sedikit untuk dapat digarap oleh petani. Hal tersebut disebabkan pemerintah memberikan Hak Guna Usaha (HGU) atau lahan garapan kepada pihak BUMN dan pihak swasta yang menguntungkan pribadi/perseorangan.

Memperingati hari Tani Nasional ke-53,  tanggal 24 September 2013 petani di Moro-moro yang tergabung dalam Persatuan Petani Moro-moro Way Serdang (PPMWS) tidak melakukan aksi demo di jalan lintas seperti tahun lalu.  Mereka memilih untuk melakukan aksi mimbar bebas di lapangan sekretariat PPMWS yang dilanjutkan dengan pendidikan organisasi (memberikan pengetahuan berorganisasi) dalam upaya meningkatkan kapasitas pengurus organisasi PPMWS, pengurus Harian dan pengurus kelompok. Aksi Hari Tani Nasional tahun ini dilakukan secara serentak pukul. 09.00 wib di 4 Kabupaten yaitu di Kabupaten Prengsewu, Pesawaran, Moro-moro, Mesuji dan di Bandar Lampung. Aksi tersebut menyerukan hak-hak kaum petani dan kesejahteraan petani.

Ketua PPMWS Syarul sidin mengatakan: Aksi mimbar bebas ini dipilih untuk menghindari pemikiran negatif masyarakat umum atas warga masyarakat Mesuji yang beberapa  waktu lalu telah terjadi gejolak Mesuji. Dengan adanya hal tersebut dapat berpengaruh terhadap warga desa Moro-moro yang ada di Kabupaten Mesuji.  Apabila petani Moro-moro melakukan aksi demo di jalan lintas, maka dapat menimbulkan pemikiran negatif bahwa warga Moro-moro tidak ada bedanya dengan warga mesuji yang melakukan aksi yang bergejolak kemarin. Untuk mengurangi pemikiran negatif tersebut dengan mempertimbangkan situsasi di Mesuji maka warga Moro-moro memutuskan mengadakan aksi mimbar bebas tersebut. Aksi mimbar bebas ini dilakukan masyarakat Moro-moro yang sebagian besar petani menginginkan agar pemerintah tuntaskan kemiskinan di Desa Moro-moro Register 45 Mesuji, Lampung. Seharusnya Pemerintah memberikan hak dan keadilan kepada masyarakat Moro-moro dengan memberikan lahan garapan. PPMWS juga menyampaikan agar pemerintah:

  1. Tuntaskan konflik-konflik Agraria untuk keadilan dan kedaulatan Petani
  2. Penuhi Hak Konstitusional Warga Moro-moro
  3. Serahkan atau distribusikan semua tanah terlantar, absente/tanah guntai yang tidak efisien di tangan BUMN, Swasta, maupun institusi militer kepada kaum tani. Serta legalisasi tanah-tanah yang telah diolah dan dimanfaatkan oleh kaum tani, kembalikan tanah-tanah yang dirampas kepada rakyat dan kaum tani
  4. Hentikan politik adu domba, penangkapan dan pemidanaan, pemenjaraan terhadap kaum tani yang menuntut hak atas tanah serta tindak tegas dan tetapkan hukuman setimpal kepada para pelaku kekerasan terhadap kaum tani yang menuntut hak atas tanah.
  5. Laksanakan Reforma Agraria Sejati /Jalankan UUPA, UUPBH, PP No.224 Th 1961 serta batalkan semua aturan yang menentang UUPA-UUPBH seperti; UUPM No. 25 Th 2007, PP 77 th 2007 dan semua UU sektoral pertanian, seperti UU perkebunan (UU No.18 Tahun 2004), UU kehutanan (UU No.41 Th 1999), pertambangan, energi, perindustrian (zone ekonomi bebas).

Demikianlah pernyataan sikap petani Moro-moro yang disampaikan oleh PPMWS. Mereka menuntut hak-hak petani dipenuhi.

Aksi mimbar tersebut dilakukan hingga siang hari yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan pengetahuan bagi pengurus organisasi PPMWS. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga dua orang kepala bagian bidang Politik Pemerintah Daerah Mesuji yang memberikan masukan agar masyarakat Moro-moro melakukan hal-hal yang positif dalam berorganisasi dan mendaftarkan organisasi PPMWS ke Pemda Kabupaten Mesuji. Mereka sangat mengapresiasi petani Moro-moro yang tidak melakukan aksi demo ke jalan lintas, mengingat aksi demo beberapa waktu lalu yang terjadi di Mesuji. Mereka juga menghimbau agar masyarakat mengutamakan pendidikan bagi anak-anak yang menjadi generasi penerus di Moro-moro. Keadaan pendidikan di Moro-moro mulai membaik dengan adanya guru pengajar yang ditugaskan dari sekolah Negeri  Induk desa Gedung Boga, walaupun keadaan fisik bangunan sekolah yang masih memprihatinkan. Besar harapan masyarakat Moro-moro agar pemerintah daerah Kabupaten Mesuji memperhatikan pendidikan di Moro-moro.

Dalam pertemuan pengurus organisasi ini pengetahuan berorganisasi difasilitasi oleh Praja Wiguna staff Yabima Indonesia. Diharapkan setelah pertemuan ini pengurus organisasi dapat bertanggung jawab dan melaksanakan tugas mereka dengan baik. Dalam satu bulan diharapkan masing-masing pengurus  ( pengurus organisasi, pengurus harian dan pengurus kelompok) mengadakan pertemuan secara rutin untuk membahas perkembangan yang terjadi dalam kelompok (desa). Hal tersebut dilakukan agar pada saat terjadi masalah di dalam kelompok dapat dengan cepat diselesaikan.  mimbar bebas moro-moro

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

About Super Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Scroll To Top