Home / Pertanian Organik / Pembuatan Pupuk Padat Organik

Pembuatan Pupuk Padat Organik

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

ok25 Mei 2013 Yabima Indonesia mengadakan pelatihan pembuatan pupuk padat organik di Kelompok Tani Makmur desa Purwo Kencono, Kabupaten Lampung Timur yang difasilitatori oleh Matius Sherun (anggota IPPOL). Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan yang sama dengan pelatihan pembuatan PPC beberapa waktu yang lalu di Kelompok Koperasi Margo Mukti yaitu agar anggota kelompok paham dan mampu membuat sendiri pupuk dari bahan-bahan organik yang ada di sekitar lingkungan mereka dan anggota kelompok dapat beralih dari pertanian yang menggunakan kimiawi ke sistem pertanian organik. Pupuk padat organik adalah pupuk yang tersusun dari materi sisa makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk padat organik mengandung banyak unsur hara yang diperlukan tanaman. Sumber bahan organik dapat berupa hijauan, kotoran hewan, sisa panen seperti jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa, limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

ok2Bahan-bahan yang diperlukan adalah: 1) 200 kg seresah atau bahan organik dari sisa panen atau biomasa tanaman; 2) 200 kg kotoran hewan; selain sebagai bahan organik juga sebagai penyedia biota pengurai; 3) 100 kg arang sekam /berambut yang  berfungsi sebagai pembentuk pori, penetral keasaman juga sebagai penghilang bau busuk; 4) 5 kg dedak atau bekatul sebagai sumber makanan bagi biota pengurai; 6) 1 kg tetes (molasses) atau gula merah sebagai  sumber energi biota pengurai; 7) 2 kg kapur pertanian sebagai penetral keasaman; 8) 1 liter biang kompos (massa bakteri); 9) Air secukupnya. Alat-alat Pendukung: 1) Cangkul; 2) Sekop; 3) Ember; 4) Cangkul garpu; 5) Terpal/plastik penutup. Cara membuat: 1)  Bahan organik (daun-daunan) dipotong-potong atau dihancurkan agar ukurannya menjadi lebih kecil; 2) Semua bahan organik (daun, kotoran hewan, arang sekam) ditumpuk secara berlapis. lapisan paling bawah adalah hijauan (daun-daunan), kemudian pupuk kandang, diatasnya arang sekam dan paling atas adalah dedak dan kapur pertanian. Dalam satu tumpukan paling tidak ada tiga lapisan dengan ketebalan tiap bahan ±20 cm; 3) Campurkan bakteri ke dalam air dan ditambah molases atau air gula kemudian siramkan di atas setiap lapisan; 4) Tutup dengan terpal/plastic, daun-daunan atau tanah tipis-tipis agar tercipta suasa lembab dan panas disekitar lapisan bahan organik. Tiap 6-7 hari sekali disiram dengan air dan diaduk-aduk atau di bolak-balik agar bakteri dapat mengurai bahan organik secara merata; 5) Dalam 12 -15 hari pupuk sudah jadi dan dapat diaplikasikan pada tanaman.

By: Praja

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

About Super Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Scroll To Top